Sabtu, 05 Juni 2010

playstation 2

Abstrak

Pada musim semi tahun 2000 Sony meluncurkan konsol video game 128-bit terbaru mereka, di penjualan perdana pada tanggal 4 Maret 2000, penjualan Playstation2 mencapai sekitar 1 juta unit, jumlah tersebut adalah sepuluh kali lipat dari jumlah penjualan Playstation yang pertama di tiga hari penjualan pe drdana nya pada tahun 1994. Permintaan untuk unit baru ini begitu tingginya sehingga pada hari pembukaan situs pemesanan awal Playstation2 di website Sony, pengunjung yang datang mencapai 100.000 pengunjung dalam satu menit dan memaksa Sony untuk segera menutup web tersebut.

Pada tahun 1998, 40% dari laba bersih perusahaan Sony Corporation adalah bersumber dari keuntungan hasil penjualan Playstation yang pertama, karena sukses besar pada Playstation yang pertama ini untuk pengembangan Playstation2, Sony menginvetasikan dana sebesar 2 juta dollar.

Presiden dari perusahaan pembuat Playstation2 adalah Ken Kutaragi, seorang insinyur berusia 49 tahun. Meskipun dengan berbagai kenyataan menyenangkan diatas, namun Ken masih tidak dapat tenang karena terdapat berbagai tantangan yang menuju kearahnya. Sega, perusahaan saingan Sony telah memperkenalkan Dreamcast pada tahun 1999. Meskipun Dreamcast tidak memiliki kemampuan yang dimiliki oleh Playstation2 namun Dreamcast memiliki kemampuan narrowband (56K) akses ke Internet. Dreamcast ini juga memiliki akses untuk online gaming Dreamcast secara online melalui jaringan.

PlayStation2 juga akan menyediakan broadband, kecepatan tinggi akses Internet pada tahun 2001 dan juga berisi port untuk menyambungkan pada TV kabel, keyboard, mouse, kamera video digital, dan kartu modem. Nilai potensialnya sangat besar namun, pada musim semi 2000, PS2 tidak lebih dari sebuah DVD dan CD player untuk permainan. Juga, Kutaragi dan perusahaannya yang diganggu setiap hari oleh masalah-masalah seperti kekurangan chip, kartu memori yang rusak, dan tingkat produksi dibawah target. Permasalahan lain yang Kutaragi khawatirkan adalah Nintendo akan me-rilis konsol baru, yang bernama Dolphin, dan pengumuman yang tidak terduga oleh Microsoft bahwa mereka juga akan memproduksi konsol permainan.

PERMASALAHAN


Pada industri video game, ketika sebuah konsol baru diluncurkan, terdapat banyak gosip yang mengiringinya. PS2 sangat dinantikan dan setelah musim semi 2000, PS2 juga akan diluncurkan di Amerika. Namun pada peluncurannya di Jepang terdapat beberapa bug dalam sistem dan berita tersebut telah menjadi berita di seluruh dunia. Pengguna mengatakan bahwa bila menyimpan hasil permainan kedalam memory card dapat menyebabkan data yang lama hilang. Diberitakan juga bahwa kemampuan membaca DVD dari PS2 dapat membaca segala jenis DVD, hal ini adalah melanggar hukum sebab distribusi DVD dilaksanakan per regional dan konfigurasi pemutar DVD dibedakan tiap regionalnya. Pihak Hollywood berencana untuk menuntut Sony tentang hal ini, namun Sony mengatakan akan melakukan upgrade software bagi setiap perangkat yang telah terjual.

Hal lain yang dicemaskan ialah kurangnya produksi disebabkan tingkat permintaan yang sangat tinggi di seluruh dunia. Peluncuran di Amerika diperkirakan akan menyebabkan permintaan produk yang besar sehingga menyebabkan kekurangan suplay produk.

Hal terakhir yang jadi permasalahan adalah performa grafis dari permainan pada PS2 biasa-biasa saja hal ini disebabkan karena kebanyakan developer game yang terburu-buru dikejar waktu peluncuran sehingga tidak terlalu memperhatikan mengenai detail grafis. PS2 memiliki mesin grafis yang canggih yaitu Emotion Engine dan Graphic Synthesizer Unit yang dapat mengolah urusan grafis secara tersendiri. Namun fitur ini kurang dioptimalkan oleh para developer untuk mempercantik tampilan grafis permainan mereka.

Pada bulan Mei 2000, Sony menderita penurunan profit sebesar 32 persen dikarenakan nilai tukar mata uang Yen yang menguat, namun biaya untuk operasional juga menjadi menurun sebesar 43 persen. Penurunan keuntungan juga dikarenakan berkurangnya penjualan Playstation yang pertama dikarenakan orang-orang sudah mulai membeli PS2, hal ini juga menyebabkan penurunan nilai saham Sony.

SOLUSI

Untuk menjadi sebuah konsol yang sukses di pasaran, PS2 harus bebas eror dan memiliki permainan-permainan kualitas tinggi yang digemari oleh para konsumen, serta mengantisipasikan perubahan dunia yang merambah ke Internet maka konsol permainan juga harus beradaptasi ke arah sana. Harus dibuat strategi yang dapat mengakomodir sasaran-sasaran tersebut.

Strategi yang dilaksanakan untuk PS2 tampaknya berhasil, sebab tertanggal 30 September 2009 menurut Sony terlah terjual 140 juta produk di seluruh dunia dan menjadikannya konsol yang paling laku di pasaran. (http://en.wikipedia.org/wiki/PlayStation_2#Sales)

Beberapa hal yang membuat PS2 sukses di pasaran adalah:
- Aksesoris yang beragam untuk membantu dalam permainan
- Melakukan rilis ulang dengan packaging yang berbeda
- Dukungan penuh dari Industri Developer Game
- Perangkatnya dapat dilakukan modifikasi (hardisk, cluster dll)


Yang harus menjadi core knowledge adalah pengetahuan tentang proses produksi dari konsol mulai dari penjadwalan suplai komponen sampai kepada laporan penjualan di seluruh dunia.


KNOWLEDGE IDENTIFICATION
• STRUCTURE
o Pengetahuan (Knowledge) tentang Standar Produksi untuk memberikan kualitas produk yang lebih baik
o Pengetahuan (Knowledge) tentang Standar Operasi untuk membuat operasional pekerja atau mesin menjadi lebih efisien dan efektif.
o Pengetahuan (Knowledge) tentang perkembangan transaksi hasil produksi keseluruhan dari perusahaan-perusahaan Grup Sony
o Pengetahuan (Knowledge) tentang analisis produksi dan penjualan.

• ACTIVITIES
o Pengetahuan (Knowledge) tentang efektivitas dari macam-macam kegiatan pemasaran dan media pemasaran yang dilancarkan di pasar.
o Pengetahuan (Knowledge) tentang kecukupan suplay spare-parts untuk menunjang produksi.
o Pengetahuan (Knowledge) tentang belahan dunia mana yang paling banyak permintaan produk.
o Pengetahuan (Knowledge) tentang hasil survey terhadap kepuasan para pelanggan pengguna produk

• BEHAVIOUR
o Memberikan kesempatan bagi para insinyur untuk berkreasi sebebasnya.
o Melarang para pengembang game untuk mengembangkan game konsol lainnya.
o Memberikan dukungan penuh bagi para pengembang game

KNOWLEDGE FEATURES
• STANDAR KEBIJAKAN
Berisi standar-standar pada bidang operasi dn produksi untuk mencapai hasil produksi yang baik dan efisien.
• KATALOG PRODUK (PRODUCT KNOWLEDGE)
Berisi katalog produk-produk lengkap dengan komponen-komponen spare-parts nya
• DISCUSSION FORUM
Berisi forum untuk bertanya atau memberikan jawaban.
• TRAINING MATERIAL
Berisi petunjuk-petunjuk praktis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
• CASE BASE REASONING
Berisi solusi-solusi pada kasus-kasus yang terdapat di perusahaan
• BUDAYA DAN PERILAKU KONSUMEN
Berisi perilaku konsumen untuk menentukan strategi penjualan dn pemasaran

Jumat, 12 Maret 2010

Perkembangan Knowledge Management di India

Knowledge Management di India dimotori oleh perusahaan-perusahaan swasta yang sudah menerapkan KM terlebih dahulu. Perusahaan besar di India banyak yang sudah mengambil langkah global, sehingga KM menjadi salah satu kebutuhan yang tidak terelakkan demi mengatasi persaingan yang mereka hadapi di dunia.

Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Andiral Purnomo, Associate Partner Dunamis Organization Services dalam acara MAKE Award beberapa waktu lalu, perusahaan-perusahaan swasta di India yang sudah mengadopsi KM, awalnya cenderung lebih ke pengumpulan data saja. Selanjutnya, kemudian semakin berkembang dengan mengintegrasikan KM ke dalam proses bisnis. Namun, secara keseluruhan KM di India masih ada dalam tahap awal dan hanya ada di seputar beberapa industri saja, seperti consumer goods, perbankan, keuangan serta teknologi informasi.

3 Tips Praktis Membangun Knowledge Management

Knowledge-based economy, demikian sebuah kosa kata yang kini makin acap terdengar. Frasa itu secara eksplit juga makin meneguhkan pentingnya makna pengetahuan bagi eksistensi sebuah organisasi – entah itu organisasi bisnis ataupun organisasi publik.

Dalam konteks itulah, kini juga makin mendesak sebuah kebutuhan bagi setiap organisasi untuk membangun apa yang disebut sebagai knowledge management atau manajemen pengetahuan. Knowledge management atau sering disingkat KM sendiri sejatinya dapat diartikan sebagai sebuah tindakan sistematis untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mendistribusikan segenap jejak pengetahuan yang relevan kepada setiap anggota organisasi tersebut, dengan tujuan meningkatkan daya saing organisasi.

Di Indonesia sendiri, konsep dan aplikasi dari knowledge management ini sudah makin berkembang dengan baik. Bahkan ada sebuah organisasi konsultan, yakni Dunamis (pemegang lisensi Stephen Covey di Indonesia) yang memberikan award tahunan bagi perusahaan di Indonesia yang dianggap terbaik dalam penerapan knowledge management. Award itu disebut MAKE (Most Admired Knowledge Enterprises), dan tiga pemenang utama untuk tahun 2008 ini adalah Excelkomindo Pratama (XL), Astra International dan Telkom Indonesia.

Lalu langkah apa saja yang mesti dilakukan untuk mengembangkan knowledge management yang tangguh? Berikut tiga tips praktis yang mungkin bisa dirajut guna menata knowledge management yang efektif.

Langkah yang pertama adalah membangun apa yang bisa disebut sebagai Portal Pengetahuan secara internal (intranet knowledge portal). Dalam portal yang bisa diakses oleh setiap anggota perusahaan inilah, disusun beragam folder dan menu pengetahuan yang relevan. Isinya bisa menyangkut artikel-artikel tentang manajemen praktis; paper mengenai dinamika industri bisnis yang digeluti; materi-materi pelatihan internal; ataupun juga berupa paper pengalaman dari karyawan perusahaan tersebut dalam mengerjakan sebuah projek tertentu.

Dulu ketika saya masih bekerja pada sebuah perusahaan konsultan asing, firma saya ini menyediakan sebuah portal pengetahuan yang sangat ekstensif. Salah satu menu favorit kami adalah “lesson learned paper” yang berisikan poin-poin penting apa – baik poin kegagalan ataupun keberhsilan — yang diperoleh ketika rekan-rekan kami mengerjakan projek konsultasi untuk para kliennya di berbagai negara di dunia. Melalui paper ini, “learning curve” kami dapat bergerak dengan cepat lantaran adanya proses saling berbagai pengetahuan dari beragam sumber di beragam tempat.

Lalu, siapa yang mestinya mengelola portal pengetahuan ini? Idealnya mesti ada satu dedicated person yang bertugas mengidentifikasi, mengkodifikasi dan menata beragam sumber pengetahuan yang relevan (sebutannya adalah “knowledge officer”). Orang ini tentu mesti dibantu oleh tim IT untuk menyiapkan infrastruktur database dan portal intranet tersebut.

Langkah praktis kedua adalah dengan mentradisikan semacam pertemuan Knowledge Sharing Session, selama sekitar 2 jam, setidaknya setiap bulan sekali. Sharing session ini bisa dilakukan secara corporate-wide, atau dilakukan per departemen/divisi. Bisa dilakukan dengan mengundang narasumber dari luar atau internal. Materinya bisa berupa pengetahuan manajemen praktis ataupun pengalaman karyawan dalam mengerjakan sebuah tugas/projek. Hasil sharing session ini kemudian juga bisa di-upload ke Portal Pengetahuan, sehingga setiap karyawan bisa mengakses materinya. Knowledge sharing session ini akan sangat bermanfaat dalam menggali dan mendistribusikan potensi pengetahuan yang ada dalam diri setiap karyawan perusahaan.

Langkah praktis ketiga adalah dengan menerbitkan semacam Online Knowledge Buletin. Buletin ini dapat diterbitkan sebulan atau dua bulan sekali, dan berisikan update pengetahuan-pengetahuan mutakhir mengenai manajemen/bisnis ataupun mengenai dinamika industri yang ditekuni oleh perusahaan tersebut (beragam artikel yang ada di blog ini juga sangat cocok menjadi materi buletin itu…..hehehehe). Buletin ini sebaiknya didistribusikan melalui multimedia email (email multimedia maksudnya email yang isinya variatif, penuh warna dan elemen visual lainnya; jadi berbeda dengan email tradisional yang garing dan biasa Anda terima itu). Melalui knowledge buletin ini, pengetahuan setiap karyawan perusahaan Anda bisa terus disegarkan dan ter-upate; jadi tidak lapuk ketinggalan zaman.

Demikianlah tiga langkah praktikal yang mungkin bisa Anda lakukan untuk mulai membangun knowledge management system di kantor/perusahaan Anda. Sebuah tindakan untuk merawat, menyemai dan memupuk benih-benih gagasan setiap insan demi tumbuhnya sebuah taman pengetahuan yang indah nan mencerahkan.

manfaat knowledge management

BARANG siapa memegang akses informasi, dialah yang akan memenangkan persaingan. Alfin Toffler menulis "mantra" ini dalam bukunya Powershift (1991).

Mantra itu merupakan semacam gambaran nyata tentang situasi bisnis menjelang abad ke-21 ini. Menurut Toffler, kesuksesan suatu perusahaan dan organisasi tidak hanya ditentukan pada kecanggihan proses bisnis serta inovasi barang dan jasa yang dihasilkan, melainkan juga pada bagaimana mereka dapat mengelola dan memberdayakan informasi yang ada pada perusahaan tersebut.

Informasi, juga pengetahuan, tersebar dalam berbagai bentuk. Ada yang mudah dikelola--karena berbentuk dokumen, surat elektronik, halaman web, dan informasi tercatat lainnya--ada yang masih harus dianalisis karena tersimpan dalam database, serta ada juga yang lebih sulit untuk diakses, sebab berupa pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh karyawan atau pihak ketiga. Padahal sering kali justru informasi semacam inilah yang lebih berharga dibandingkan jenis informasi yang tercatat.

Teknologi digital memainkan peranan penting dalam hal ini. Kapasitas simpan komputer yang semakin besar, aplikasi perangkat lunak, dan kecanggihan teknologi internet memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk dapat mengolah semua jenis informasi tadi menjadi pengetahuan yang berguna dan bermakna (knowledge management). Knowledge management bukanlah produk aplikasi, melainkan suatu konsep sistem.

Sistem knowledge management yang efektif akan membuat karyawan secara cepat dan mudah menemukan data, informasi, dan pengetahuan lainnya. Sehingga memungkinkan mereka untuk menganalisis informasi secara mudah dan berkolaborasi dengan karyawan lain serta pihak ketiga tanpa dibatasi oleh lokasi serta perbedaan waktu.

Salah satu contoh penerapan knowledge management adalah ITCP (Indonesian Technical Cooperation Programmes). ITCP merupakan proyek yang dikembangkan oleh Sekretariat Kabinet Indonesia. Tujuannya untuk berbagi informasi dan keahlian antara Indonesia dengan negara berkembang lainnya. Aktivitas ITCP meliputi pelatihan; studi kunjungan; pertemuan kelompok yang mencakup area pertanian, pendidikan, informasi, sumber alam, perencanaan keluarga, dan sebagainya. Saat ini peserta ITCP tersebar sampai ke 90 negara dengan jumlah mencapai lebih dari empat ribu orang.

Semula proyek ini mengalami banyak kesulitan, tidak hanya dalam proses persiapan dan registrasi, melainkan juga pada proses dokumentasi dan pelaporan. Bagaimana menentukan jenis pelatihan yang paling dibutuhkan; bagaimana mencari dan menentukan kebutuhan akan pakar yang kompeten di bidangnya; bagaimana mengklasifikasikan laporan hasil suatu proyek atau studi agar dapat dimanfaatkan oleh negara lain; merupakan kendala yang dihadapi selama ini dan tidak dapat secara cepat dan optimal ditangani oleh administrasi manual.

Sekretariat Kabinet kemudian memutuskan untuk menggunakan aplikasi berbasis web sehingga kecepatan informasi dapat jauh lebih meningkat, mengingat luasnya area cakupan peserta ITCP. Dengan hanya bermodalkan program penjelajah (browser) dan koneksi ke internet, para peserta dapat dengan mudah memantau laporan proyek serta agenda pertemuan, serta memberikan masukan mengenai kebutuhan akan pelatihan serta pakar.

Rabu, 03 Maret 2010

APA ITU KNOWLEDGE MANAGEMENT


Diskusi saya awali dengan ungkapan Peter Drucker yang sangat terkenal, yaitu:

the basic economic resource is no longer capital, nor natural resources, not labor. It is and will be knowledge

Ya perubahan dunia ini mengarah ke fenomena bahwa sumber ekonomi bukan lagi dalam bentuk money capital atau sumber daya alam, tapi ke arah knowledge capital. Justru karena knowledge alias pengetahuan ini kedepannya memegang peranan penting, karena itu harus kita kelola.

Organisasi dan perusahaan di dunia ini sebenarnya sudah sejak lama menderita kerugian karena tidak mengelola pengetahuan pegawainya dengan baik. Konon kabarnya di suatu institusi pemerintah, hanya karena PNS yang sudah 30 tahun mengurusi listrik dan AC masuk masa pensiun, sehari setelah itu listrik dan AC masih belum menyala ketika para pegawai sudah masuk kantor. Ya, tidak ada yang menyalakan listrik dan AC, karena hanya si PNS itu yang tiap pagi selama 30 tahun menyalakan listrik dan AC. Bahasa ngoko alus-nya:

when employees leave a company, their knowledge goes with them … ;)

Organisasi dan perusahaan tidak mengelola pengetahuannya dengan baik, sehingga transfer pengetahuan tidak terjadi. Organisasi perlu mengelola pengetahuan anggotanya di segala level untuk:

  • Mengetahui kekuatan (dan penempatan) seluruh SDM
  • Penggunaan kembali pengetahuan yang sudah ada (ditemukan) alias tidak perlu mengulang proses kegagalan
  • Mempercepat proses penciptaan pengetahuan baru dari pengetahuan yang ada
  • Menjaga pergerakan organisasi tetap stabil meskipun terjadi arus keluar-masuk SDM

Nah, sebenarnya yang berkewajiban mengelola pengetahuan itu individunya atau organisasinya? Sebenarnya setiap orang harus mengelola pengetahuan mereka sendiri, karena yang paling berkepentingan mendapatkan manfaat dari pengelolaan pengetahuan itu adalah individu. Ketika semua pengetahuan yang saya dapat ketika bekerja, part time atau menggarap project saya explicit-kan dalam bentuk tulisan. Kemudian saya simpan rapi dan kalau perlu saya database-kan sehingga muda saya cari kembali, ini semua membantu dan mempercepat kerja saya ketika masalah serupa datang. Kalaupun saya pindah kerja, knowledge base yang saya miliki tadi menjadi “barang berharga” yang bisa saya “jual” dalam bentuk skill dan kemampuan ke perusahaan baru.

Knowledge Management dan Kiat Praktisnya

kmcartoon.gifKnowledge management adalah konsep dan jargon besar yang susah diimplementasikan. Apa saking sulitnya dipahami sehingga susah diimplementasikan? Atau apa karena perlu tool yang mahal dan canggih sehingga tidak mudah diterapkan? Atau mungkin karena dosen dan pengajar knowledge management terlalu berteori setinggi langit sampai malah lupa untuk memanage pengetahuannya sendiri? Hehehe mungkin terakhir ini jadi faktor utama. Menurut saya, knowledge management itu mudah, murah dan wajib menjadi perilaku keseharian kita. Ini topik diskusi yang saya angkat ketika mengisi Workshop yang diselenggarakan oleh Divisi Komunikasi (Communication Team) Pertamina beberapa waktu yang lalu. BTW, Workshop ini dilakukan dalam rangka mensukseskan program Transformasi Pertamina menuju persaingan baru. Selain saya yang membawakan tema Knowledge Management dan Learning Organization, di jadwal tertulis nama Prof Roy Sembel yang menyajikan tema Investor Relation.

by Romi Satria Wahono